Senin, 21 Januari 2013

Memeperbanyak bibit kopi berkwalitas tinggi

Tanaman kopi bisa diperbanyak melewati dua langkah, yakni perbanyakan langkah generatif serta perbanyakan langkah vegetatif.

Perbanyakan generatif

Yaitu pembanyakan tanaman guna-kan semaian ( seedling ), yakni tanaman yang datang dari biji. perbanyakan tanaman kopi dengan generatif yaitu perbanyakan sangat simpel, sedikit membutuhkan skill, serta biayanya murah.

Tanaman kopi yang datang dari bibit semaian kerap tidak seragam, baik pertumbuhannya ataupun produktivitasnya. untuk menangani problem tersebut diatas dipergunakan benih propelegitim yang terpilih. benih illegitim sebaiknya tidak digunakan.

Benih propelegitim yaitu benih yang datang dari kebun benih biklonal ( terdiri dari 2 klon ), yang terpisah dengan baik dari pertanaman kopi yang lain. hingga pohon induk serta jantan dari benih tersebut dikenal serta dipilih dari klon-klon unggul. namun benih illegitim yaitu benih yang datang dari per-tanaman poliklonal hingga benih tersebut cuma dikenal pohon induknya saja.

Bibit yang dapat ditanam mesti datang dari klon unggul yang disarankan. adapun tanda-tanda klon unggul yakni : ( a ) bisa berproduksi tinggi serta kontinu, ( b ) tahan pada serangan hama/penyakit spesifik layaknya penyakit karat daun, serta ( c ) membuahkan kopi bermutu tinggi.

Sebagian klon kopi arabika yang sekarang ini disarankan oleh pusat penelitian kopi serta kakao indonesia diantaranya andungsari-1, s 795, usda 762, serta sigarar utang. namun klon kopi robusta yang disarankan antar lain bp 308, bp 42, bp 358, bp 409, sa 436, bp 939, bp 234, bp 288, bp 534, bp 936, serta bp sa

Benih kopi dibutuhkan sebagai bibit atau batang bawah. buah kopi untuk benih dipilih dari buah yang baik serta masak dipohon, dan datang dari klon-klon unggul saran.

Lendir yang menempel pada kulit tanduk dibuang dengan langkah digosok-gosok dengan abu dapur hingga bersih, lantas dicuci dengan air bersih. setelah itu benih diangin-anginkan sepanjang 2 – 3 hari hingga kering angin. setelah itu benih tersebut bisa dideder di pesemaian. bila benih tersebut belum dipergunakan, benih tersebut bisa disimpan.

Penyimpanan benih mempunyai tujuan untuk menjaga daya tumbuh benih. penurunan daya tumbuh bisa dikarenakan oleh tidak seimbangnya kandungan air didalam benih dengan kandungan air di hawa.

Penyimpanan benih ditujukan untuk menjaga kandungan air benih supaya tidak cepat alami penurunan ( tidak bisa lebih rendah dari 28% ). benih yang dapat dikirim ke area jauh serta memerlukan waktu lama. benih dimasukkan ke didalam karung, lantas karung tersebut dimasukkan ke kotak kayu untuk meng-hindari benih dari benturan serta gesekan.

Jumlah benih yang dapat disemai diperkirakan 1, 5 – 2 kali dari jumlah bibit yang dapat ditanam di kebun. tahap-tahap aktivitas penyemaian benih kopi yaitu seperti berikut : ( a ) mencangkul tanah sedalam 30 cm, lantas bikin bedengan dengan lebar 120 cm serta panjang maksimum 10 m ; ( b ) diatas bedengan diberi naungan ; ( c ) diatas tanah bedengan ditaburi pasir setebal 5 cm ; serta ( d ) tiap-tiap hari bedengan disiram secukupnya namun tidak tergenang air.

Sesudah benih di pesemaian 5 – 6 minggu, benih kopi sudah tumbuh meraih satu stadium yang diberi nama “stadium serdadu”, yakni stadium di mana hypocotyl sudah tegak lurus ( panjang lebih kurang 8 cm ) dengan cotyledon ( daun instansi ) tetap terbungkus sisa endosperm serta endocarp ( kulit tanduk ) yang telah retak. pada stadium serdadu selalu jadi tambah panjang namun sebaliknya tinggi hypocotyl tidak beralih. kurang lebih 4 – 6 minggu lantas, cotyledon terbuka serta stadium ini diberi nama “stadium kepelan”. stadium kepelan segera dipindahkan ke pembibitan. pembibitan bisa dikerjakan didalam bedengan atau polibag. sesudah 6 bln. di pembibitan, bibit siap ditanam di lapang.

Pemeliharaan pembibitan meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, serta pengaturan penaung. penyiraman dikerjakan setiap hari bergantung kelembapan tanah. penyiangan gulma tidak bisa menggunakan cangkul jika gulma yang tumbuh di lebih kurang parit. gulma yang tumbuh di lebih kurang bibit dicabut dengan tangan supaya tidak mengganggu perkembangan akar.

Perbanyakan vegetatif

Yaitu perbanyakan tanaman menggunakan sisi tanaman tak hanya benih. pada kopi robusta, perbanyakan dengan vegetatif makin banyak digunakan. perbanyakan vegetatif pada tanaman kopi bisa dikerjakan dengan langkah sambungan ( grafting ) serta setek ( cutting ).

Bibit sambungan didapatkan dengan langkah menyambung batang dari dua klon kopi jadi satu tanaman. didalam penyambungan bibit kopi, dibutuhkan batang bawah yang berbentuk bibit semai serta entres ( calon batang atas ).

Entres yang dipakai sebagai batang atas bisa didapatkan dari penangkar bibit atau dari kebun sendiri. dikenal 2 jenis entres, yakni entres pucuk serta entres cabang. entres pucuk biasanya dipakai untuk penanaman kopi baru. namun entres cabang biasanya dipakai untuk kepentingan rehabilitasi pertanaman.

Waktu penyambungan diatur hingga pada bln. november/desember sambungan berusia 4 – 10 bln. serta bibit sambungan tersebut bisa ditanam di lahan/kebun.

Penyambungan batang kopi dapat dikerjakan melewati tiga langkah, yakni sambung celah ( spleet-ent ), sambung tempel ( plak-ent ), serta sambung miring ( sambung langkah kina ).

Pada sambung celah batang bawah dipotong rata mendatar dengan gunting setek, lantas dibikin celah selama 3 – 4 cm dengan pisau okulasi. entres dipotong setiap ruas selama 7 cm, daun serta cabang dipotong, lantas diruncingkan selama 3 – 4 cm. entres dimasukkan ke didalam celah pada batang bawah, lantas diikat dengan tali ( goni atau plastik ).

Pada sambung tempel, batang bawah serta entres dipotong miring, lantas ditempelkan satu dengan yang lain, serta lantas diikat. pada penyambungan langkah kina, batang bawah diiris pelan-pelan namun diupayakan batang bawah jangan sempat putus/patah. setelah itu entres dipotong miring, lantas ditempelkan satu dengan yang lain, serta lantas diikat.
Membuat bibit setek relatif lebih cepat dibanding membuat bibit sam-bungan, tetapi memerlukan tenaga kerja lebih banyak.  Jenis kopi Arabika dan Robusta dapat diperbanyak menggunakan setek.

Bahan setek menggunakan tunas air (wiwilan) yang berasal dari kebun entres.  Setek dari wiwilan yang diperoleh dari kebun produksi pada umumnya kurang baik.  Ruas wiwilan yang baik untuk dijadikan setek adalah ruas 1 – 3 dari ujung tunas.  Semakin tua umur setek semakin kecil daya perakarannya.  Setek dibuat satu ruas yang dipotong runcing sepanjang 7 – 10 cm dengan sepasang daun yang dikupir hingga 4 cm.

Setek dapat diperakarkan dalam bak setek atau bedengan setek.  Perakaran setek dalam bak setek kondisi pertumbuhan dapat diatur lebih mudah daripada di bedengan setek.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan setek yang perlu diatur adalah kelembaban udara, temperatur, dan intensitas cahaya.

Perakaran setek dalam bak setek kelembaban udara dapat diatur dengan pipa air yang berlubang-lubang sehingga air dapat menetes perlahan-lahan.  Kelembaban dijaga berkisar antara 85 – 90%.  Temperatur dan intensitas cahaya diatur menggunakan naungan buatan.

Setek sudah berakar dalam waktu 10 – 12 minggu.  Setek tersebut perlu dipelihara dulu di pembibitan sebelum ditanam di lapang.  Waktu yang baik untuk membuat setek adalah awal musim hujan.

0 komentar:

Poskan Komentar